Sabtu, 18 Februari 2017

TERNYATA PILKADA DKI (BISA DIBUAT) SATU PUTARAN

Keruhnya perpolitikan di Negeri ini sepertinya sudah melewati batas, yang tadinya berteman bisa jadi bermusuhan, bahkan yang berhubungan darah sekalipun bisa menjadi stranger satu sama lain hanya karena politik. Memang politik Indonesia tidak separah politik di Amerika Serikat yang secara terang-terangan saling menjatuhkan dalam kampanye masing-masing partai, calon anggota senat, bahkan Presiden. Tidak mustahil bahwa satu atau dua kali PEMILU yang akan datang kita akan mengalami hal yang sama, semoga tidak ya.

Selanjutnya saya tergelitik dengan beberapa hal, salah satunya mengenai website KPU di hack. Saya tegaskan bahwa hal itu tidaklah mustahil. Tetapi karena banyak orang yang awam, si pembuat hoax ini dapat melakukan apapun demi meyakinkan orang awam ini. Salah satu nya adalah berita ini "Webiste KPU dihack oleh Anunimus dengan Inspect Element" (Sayang postingan ini sudah dihapus oleh pembuat, padahal ingin dijadikan bukti bahwa Hoax ini benar-benar ada). Untuk yang ngerti, mungkin dia akan tertawa melihat berita macam ini, tapi untuk yang tidak ? dengan bukti berupa screenshot sudah cukup bagi orang awam memverifikasi berita ini. Apakah kita pernah berfikir perbandingan dari yang mengerti Inspect Element dan yang tidak ? Kalau diakumulasi hal ini sangat luar biasa berbahaya.


Oleh karena itu, pada tulisan kali ini, saya akan mencoba membuat PILKADA DKI menjadi satu putaran, dan yang menang adalah pelawak Indonesia :D

Loh kok bisa ? 

Bisa pakai kekuatan Inspect Element hehehehe....

Saya akan menjelaskan langkah-langkahnya 

#1 Buka website PILKADA DKI (KPU) disini

Lalu coba cari angel yang bagus, saya sengaja tidak fullscreen browsernya supaya enak untuk di screenshot
Oh ya, browser yang saya gunakan adalah Google Chrome


#2 Ubah foto-foto para paslon dengan foto pelawak Indonesia
Selanjutnya saya akan mengganti foto para paslon dengan foto pelawak Indonesia, dengan lokasi foto sebagai berikut:
Foto Narji : http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/892810/big-portrait/051118300_1433405986-NARJI_-_Faisal_R_Syam__3_.JPG
Foto adul : http://www.wowkeren.com/images/photo/adul.jpg

Foto Tukul : https://pbs.twimg.com/profile_images/1696834770/COVER_TUKUL_1.jpg
Foto Komeng : http://cdn.klimg.com/kapanlagi.com/g/komeng_di_kantor_trans_corp/p/komeng_di_kantor_trans_corp_jaksel-20091210-006-anto.jpg

Foto Cak Lontong : https://jagokata.com/images/fotos/Cak_Lontong_(Lies_Hartono).jpg
Foto Sule : http://www.wowkeren.com/images/photo/sule.jpg

Caranya adalah klik kanan pada foto yang mau diganti, lalu klik Inspect. Misalnya kita akan mengganti foto Mas Agus.

Lalu akan muncul kode dibawah ini
perhatikan bagian src="/img/..." itu adalah path (lokasi) foto mas Agus, kita akan ubah dengan foto Narji dengan me-replace path tersebut dengan link foto Narji, seperti dibawah ini


Tekan Enter, maka foto Mas Agus akan otomatis berubah menjadi foto Narji

Lakukan hal yang sama ke foto paslon lain



Selanjutnya kita akan ubah namanya, kita arahkan pointer ke nama paslon, klik kanan lalu klik inspect


Sehingga akan keluar block code berikut

Selanjutnya apa ? ya tinggal kita ganti saja 


Tekan enter dan tadaaa,  namanya berubah deh


Kita lakukan hal yang sama ke semua paslon dan hasilnya :

Untuk mengubah persentase juga lakukan hal yang sama, tinggal edit saja angkanya seperti yang kita inginkan

Dapat dilihat kan ? semua bisa saja melakukan hal ini.

Tapi apakah ini legal ? 

Tenang saja, saat kamu refresh page kamu, datanya akan kembali seperti semula.
Jadi hal yang kita lakukan diatas hanya mengubah tampilan web pada saat itu saja, namun data nya InsyaAllah tetap aman dikelola oleh teman-teman kita di KPU.

Untuk videonya kamu bisa lihat disini :


Semoga kita lebih berhati-hati dalam membagikan berita, dan  semoga kita-kita yang mengerti adanya kesalahan atau kejanggalan pada suatu berita bohong (hoax) bisa bersuara.

Salam damai Indonesiaku...

Depok, 18 Februari 2017
Pk 20.31

@afifai
Share:

Minggu, 04 Desember 2016

Ukhuwah di 212

Bismillahirrahmanirrahiim

Rasanya masih belum bisa move on dari Aksi 2 Desember 2016 kemarin, walaupun sedikit telat bergabung ke kerumunan masa.

Saya sangat suka dengan perkataan Aa Gym yang akhir2 ini sering terlihat di televisi, beliau selalu mengatakan bahwa "Sangat rugi apabila kita selalu membahas masalah tanpa mengambil pelajaran dari hal tersebut".

Hal ini sangat relevan dengan kejadian yang terjadi di Indonesia, terutama Jakarta akhir-akhir ini.. Hampir sebulan rasanya timeline sosial media sibuk sekali membahas "insiden" yang terjadi di kepulauan seribu dengan argumen masing-masing.

Kembali kepada aksi 212 kemarin, kebetulan saya berangkat sendiri dari Depok, lalu akhirnya bertemu dengan rombongan seorang Habib dari Cimanggis.

A : "Habib, saya izin ikut rombongan Habib ya, saya cuma sendiri"
H : "Oh ya dek silahkan, kita berjamaah saja sama rombongan"

Selama perjalanan, saya ngobrol banyak dengan Habib, dan tidak sepatah katapun kita menjelek-jelekan atau menghina bapak Gubernur. Saat disinggung mengenai pak Ahok, Habib mengatakan bahwa "Allah selalu punya rencana untuk menyatukan umat-Nya salah satunya lewat pak Ahok ini".

Kami turun di stasiun Gondangdia, lalu jalan menuju arah gerbang stasiun yang sudah cukup ramai, saat diluar gerbang stasiun ada sekelompok jamaah lain yang dengan pengeras suara mengatakan "Makan siang, makan siang, silahkan ambil.. Ayo jaga niatnya hanya untuk Allah, jangan lupa sampahnya dibersihkan".

MasyaAllah, mereka sangat peduli dengan rombongan-rombongan yang baru datang bergabung.

Lalu kami jalan menuju tugu tani, ditengah2 gang, kami ditawari wudhu oleh penjaga warung, "Bapak-bapak, silahkan wudhu disini, karena disana (tugu tani) susah cari tempat wudhu..

Kembali saya mengatakan dalam hati, "MasyaAllah, semoga warungnya berkah pak"..

setelahnya kami menuju tugu tani, dan kebetulan disana sudah sangat2 padat, akhirnya rombongan Habib shalat didekat mobil yang diparkir di jalan secara rapih.. Kemudian gerimis, dan hujan turun semakin deras, suara takbir terdengan menggema "ALLAHU AKBAR".

Seseorang disebelah kanan saya menawarkan plastik besar, "Mas, tasnya dibungkus ini, nanti basah". (Kebetulan saya membawa tas besar yang isinya laptop karena dari kampus).

Lalu sebelah kiri saya menggelar sajadah untuk saya, "mas, silahkan shalat disini" (saat itu kondisi saya masih berdiri dan menggendong tas seolah masih mencari tempat untuk shalat). Lagi-lagi saya mengucapkan, "MasyaAllah, mereka peduli sekali dengan sesama, peduli dengan saya".

TIba akhirnya waktu shalat, hujan semakin deras dan kami tetap berada diposisi masing2, saat yang paling nikmat adalah sujud diatas sajadah basah yang terguyur hujan... MasyaAllah, nikmat sekali.

"Sungguh tidak ada satupun orang yang bisa menggerakan hati kami seperti ini kecuali Allah"

Selesai Shalat, sebelum kami beranjak, kami bersihkan koran-koran basah yang menempel dijalan. Setelah itu saat jalan mendekati arah monas, sayangnya saya terpisah dengan rombongan Habib (semoga suatu saat Allah mempertemukan kita lagi bib).

Akhirnya saya jalan sendiri bergabung dengan masa lainnya didepan KFC tugu tani. Disana saya melihat sesuatu yang luar biasa.

Ribuan orang dari berbagai ormas membawa panji mereka masing-masing jalan beriringan.. Mereka tidak lagi peduli dengan perbedaan yang ada pada kelompok mereka.. Saya melihat rombongan Muhammadiyah, NU, Persatuan Islam daerah x, dll. saling menyapa, saling ngobrol, sampai sharing makanan..

Ternyata benar, apa yang didalam pikiran kita dirasa tidak mungkin, itu sangat sangat mungkin dimata Allah, "Kun Fayakuun", akhirnya umat Islam bersatu tanpa memandang kelompok, tanpa memandang usia, semua bersaudara..

Sampai pada akhirnya, aksi ini pun berakhir tanpa ada kericuhan, disini juga saya yakin akan kuasa Allah membuat aksi kemarin sangat bermartabat, sekali lagi "Kun Fayakuun".

Masa sebanyak itu tidak ricuh sama sekali..

Rasanya, sayang banget kalau kita selalu memandang aksi kemarin dari sisi negatifnya saja, karena setiap kejadian pasti ada saja oknum tidak bertanggung jawab (yang hanya kecil jumlahnya) yang justru diblow up untuk menurunkan martabat aksi ini.

 Semoga Allah mencatat perjuangan kita, baik yang berjuang dilapangan, maupun yang berjuang dirumah atau Masjid masing-masing sebagai Ibadah. Ibadah apa? Salah satunya ialah mempererat tali persaudaraan sesama Muslim.

Yogyakarta, 4 Desember 2016
Share:

Jumat, 21 November 2014

Voa-islam ? Silahkan nilai sendiri

Assalamu'alaikum

Saya baru saja dapat berita dari voa-islam tentang berita aksi mahasiswa Indonesia untuk menurunkan Jokowi. Namun saya kaget karena di foto tersebut ada foto saya.

Saya ingat, waktu itu saya aksi menolak kenaikan BBM satu atau dua tahun yang lalu saat Jokowi belum menjabat sebagai presiden, berikut adalah foto yang ada pada berita tersebut



Berikut adalah link Berita dari voa-islam yang memuat foto saya tersebut
http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/11/19/33960/gerakan-mahasiswa-indonesia-bertekad-menurunkan-jokowi/

karena diberita tersebut ada foto saya, maka saya ingin mengklarifikasi bahwa berita yang ada disini FITNAH

Jadi masih percaya dengan portal berita pemecah belah tersebut ?
Silahkan saja

Yang jelas saya sudah menjadi "korban" dari fitnah tersebut
Share: